Investasi
Ahir-ahir ini hampir disetiap sisi orang-orang disibukkan dengan investasi. Dari berbagai kalangan, pelajar, pendidik, laki-laki, perempuan, remaja, dewasa, dll semua sibuk dengan investasi. Berbagai bentuk kegiatan ditawarkan, mulai dari menonton video, membaca komik, memberi rating, memberi like, dll semua di tawarkan dalam kemasan investasi. Bermodalkan top up (dengan alasan tidak ada usaha yang tidak menggunakan modal) mereka meyakinkan bahwa uang yang di gunakan untuk top up akan segera kembali bahkan akan mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat.
Padahal tidak ada investasi yang menjanjikan keuntungan berkali-kali dalam waktu yang singkat kecuali penipuan
Yang namanya investasi itu berproses, berjenjang, bertahap. Tidak instan, apalagi sanggup meyakinkan setiap anggota akan mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat. Ini sih fix harusnya di tanyakan " investasi atau penipuan berkedok investasi "
Dalam konteks agama investasi itu diperbolehkan. Catatannya nya harus jelas dan tidak mengandung unsur penipuan (scam, mlm yg dilarang dll).
Iqro' " bacalah " harusnya menjadi pondasi awal untuk setiap insan memulai sesuatu terlebih lagi sesuatu itu masih baru dalam pemahamannya.
Jangan hanya karna iming-iming akan balik modal dengan cepat, lalu dapat keuntungan yang berlipat-lipat semua di halalkan, padahal banyak unsur subhat di dalamnya.
Sehingga bijak dalam berinvestasi menjadi penting.
- Pastikan planform, tempat, situs apapun yang menjadikan kita berinvestasi legalitasnya jelas. Kalau dia berbasis keuangan pastikan dia terdaftar di lembaga berwenang. Seperti OJK dan lembaga lainnya. Karna investasi yang sebenarnya mempunyai legalitas yang jelas.
- Pastikan investasi yang dilakukan tidak mengandung unsur MLM yang DILARANG. "Memakan uang bawahan" secara tidak langsung. Setiap anggota baru yang masuk membayarkan biaya (top up) atasan akan mendapat persen dari biaya anggota baru yang masuk. Jika demikian, fix tinggalkan karna uang yang didapatkan tidaklah halal.
- Pastikan bentuk investasi yang diakukan jelas. Artinya uang ataupun barang lainnya yang di investasikan harusnya diketahui untuk apa dan dalam bagian apa uang tersebut diinvestasikan.
- Pastikan invetasi yang dilakukan tidak mengandung unsur scam (penipuan). Scam (penipuan) bukan sekedar membawa uang orang lain. Scam yang dimaksudkan dalam investasi itu banyak ragamnya. Misal setiap anggota dijanjikan akan mendapatkan bayaran setelah selesai melakukan tugas (menonton video, memberi rating, membaca komik, dll) dengan besaran nominal yang telah ditentukan, selanjutnya dijanjikan mendapatkan bonus tambahan manakala mampu merekrut anggota baru, maka kondisi ini juga terindikasi scam. Sebab uang yang di dapatkan bukan bersumber dari perusahaan pengembang, ataupun brand yang didukung. Melainkan uang yang diberikan anggota baru untuk top up dengan nominal yang telah ditentukan. Sehingga investasi seperti ini akan terus berjalan dengan konsep hanya memutar uang top up anggota baru. Dengan sendirinya akan berhenti manakala sudah tidak ada anggota baru yang masuk.
- Pastikan setiap nominal yang diterima nantinya adalah Halal dalam perseptif agama serta negara.
Jika 4 kondisi di atas terdapat pada dunia investasi yang saat ini sedang dilakukan. Sebaiknya tinggalkan, tolak apapun bentuk investasi yang ditawarkan. Baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Jangan mudah tergiur hanya karna keuntungan yang di tawarkan besar. Padahal itu bukan hasil investasi melaikan skema scam yang jelas-jelas dilarang agama dan negara bahkan ada unsur pidana di dalamnya.
Mari bijak dalam memgambil keputusan. Membantu ekonomi keluarga baik. Tetapi tetap harus memperhatikan dari mana sumber itu di dapat. Kalaulah sumber itu diharamkan seperti, berjudi, judi online, penipuan, investasi berbasis scam dll. Walaupun mendapatkan nominal yang besar, jutaan, belasan juta, pulahan juta, ratusan juta atau bahkan mungkin jackpot, sedangkan semua itu tidaklah diperbolehkan (haram) maka selamanya akan tetap haram. Hati-hati sesuatu yang haram, digunakan akan melekat dengan tubuh. Sedangkan apabila ia dimakan maka akan menyatu dengan tubuh. Seuatu yang tidak baik lalu kemudian menyatu dan melekan maka akan membawa hasil yang tidak baik pula.